Besok, Indonesia berusia 66 Tahun. Apa yang menurut anda masih paling jauh dari cita-cita kemerdekaa​n?

Pertanyaan ini muncul diberanda Facebook berupa vote dengan beberapa penghuni Facebook sebagai koresponden. Berikut adalah pertanyaannya:

Sebagian besar koresponden memilih “Pemerataan Kesejahteraan” sebagai cita-cita yang belum terwujud, padahal Kesejahteraan adalah hak sekaligus KEWAJIBAN individu untuk meraih kesejahteraan itu sendiri.

“Ahhh emang dasar susah cari kerja jaman sekarang, minimal mesti sarjana brooo. Gimana mau sejahtera kalo cari kerja aja sulit??”

Nah lho, kok bisa gitu?
Dari keluhan-keluhan yang sering terdengar itu, bisa dilihat kan bahwa pendidikanlah asal mula semua permasalahan bangsa ini.

Semua berawal dari pendidikan !!!

Pendidikan yang baik akan memperbaiki kehidupan individu yang berimbas pada kehidupan sosial seperti “Kesejahteraan, Penegakan Hukum, Kesehatan, Keamanan & Ketertiban, serta Toleransi dalam perbedaan”.

Dengan pendidikan yang baik, tentu akan membentuk pola pikir & karakter setiap individu menjadi baik. Individu yang baik akan berperilaku baik dikehidupan sosialnya.

Bukankah negara ini merdeka karena ada pejuang-pejuang CERDAS & TERPELAJAR yang berjuang dengan pikiran dan tenaganya. (contoh: Bung Karno, Bung Hatta, Mr. Syarifudin dll)
Bukankah negara ini harum karena Tokoh-tokoh CERDAS & TERPELAJAR yang terkenal hingga seantero bumi ini. (contoh: BJ. Habibie)
Bukankah banyak negara yang MAKMUR karena mereka memiliki manusia-manusia yang CERDAS & TERPELAJAR yang membangun negerinya menjadi negeri yang luar biasa. Negeri yang sumber daya alamnya terbatas namun kualitas manusianya luar biasa seperti Jerman, Jepang, Inggris dll.

Semua masalah di negeri ini berawal dari pendidikan, baik itu “Kesejahteraan, Penegakan Hukum, Kesehatan, Keamanan & Ketertiban, serta Toleransi dalam perbedaan”. Jangan bilang MERDEKA jika kita masih melihat banyak anak-anak yang putus sekolah. Jangan pernah teriakkan MERDEKA !!! Jangan pernah….

Masih banyak adik-adik kita yang ingin merasakan merdekanya menimba ilmu tapi terganjal oleh manusia-manusia serakah dengan mengatas namakan pendidikan.
Masih banyak adik-adik kita yang ingin merasakan merdekanya mengejar cita-cita tapi lagi-lagi terganjal oleh manusia-manusia serakah bertopeng pendidikan.
Masih banyak pemuda-pemudi CERDAS yang ingin merasakan merdekanya melanjutkan sekolahnya karena MAHALNYA kata pendidikan

Pendidikan yang “katanya” murah, masih terasa mahal bagi sebagian masyarakat Indonesia. Biaya buku, uang komite dan pungutan lain yang harusnya sudah tidak ada karena sudah ada bantuan BOS/BOP/APBN/atau apalah namanya itu, masih saja terjadi diberbagai sekolah NEGERI dari tingkat SD, SMP & SMA.

Itu merupakan Pekerjaan Rumah bagi pemerintah dan masyarakat yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Negara yang makmur adalah negara yang bukan sumber daya alam yang melimpah ataupun sumber daya manusia yang bertumpuk, melainkan Sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki pendidikan yang baik.

Haruskah kuteriakkan kata MERDEKA meski dengan kepala tertunduk dan hati merasa malu ….

Advertisement